by Editorial | Dec 27, 2018 | Guru Les Private
Khusyu’ Beribadah Dengan Memahami Bahasa Arab Les Privat Bahasa Arab Di Halim , indolesprivate.com. Bahasa Arab bagi umat muslim tidaklah asing. Segala macam bentuk ritual, doa, dan puji-pujian, setiap harinya dilafalkan oleh umat muslim di dunia. Begitu juga dengan umat muslim yang berada di Indonesia. Telinga dan lidah orang Indonesia bahkan sudah banyak yang sangat fasih untuk mengucapkan Bahasa Arab. Namun, tidak banyak yang benar-benar menguasai bahasa Arab. Mereka mampu membaca, mampu menghafal, namun tidak mengerti bagaimana maksud di dalam lafal yang dibacakannya. Padahal ketika kita memahami apa yang ada dalam bacaan-bacaan tersebut, pastinya akan lebih khusyu’ dalam beribadah kepada Allah SWT. Untuk memahami dan menguasai Bahasa Arab memang bukan menjadi kewajiban. Hanya saja di dalam hadits nabi Muhammad SAW setiap umat muslim diwajibkan untuk terus menuntut ilmu. Begitu pentingnya menuntut ilmu bahkan nabi mengatakan bahwa hingga akhir hayatpun diharuskan untuk menuntut ilmu, sejauh apapun walaupun harus sampai ke negeri China ilmu harus dikejar. Begitulah perumpaan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk memahami Bahasa Arab juga tidak bisa sembarangan, terutama dalam membaca dan mamaknai Al Qur’an. Tidak bisa kita hanya memaknai Al Qur’an secara tekstual saja. Harus ada penafsiran yang dilakukan, mulai dari tafsir dari ayat-ayat lain di dalam Al Qur’an, juga denga hadits Nabi Muhammad, sebab-sebab turunnya ayat juga harus diperhatikan. Sehingga kita bisa memahami sebuah ayat secara lebih kontekstual, dan lebih komperehensif. Di dalam Al Qur’an juga ada dua jenis ayat, pertama adalah ayat muhkamat, dan kedua adalah ayat mutasyabbihat. Ayat Muhkamat merupakan ayat yang sudah jelas secara makna, tidak harus ditafsirkan dengan ayat lainnya. Namun untuk ayat mutasyabbihat biasanya merupakan ayat-ayat perumpamaan yang harus ditafsirkan... by Editorial | Dec 27, 2018 | Guru Les Private
Hati-Hati Dengan Akidah Islam Dari Media Sosial Les Privat Bahasa Arab Di Cibubur , indolesprivate.com Era seperti sekarang ini adalah waktunya teknologi berbicara. Terutama teknologi informasi yang sudah sangat masif dan sudah menjangkau seluruh penduduk di dunia ini. Semakin haris, orang semakin membutuhkan teknologi informasi untuk melakukan semua aktifitasnya. Bahkan untuk belajar dan mendapatkan semua informasi tidak lepas dari peran teknologi informasi tersebut. Banyak dampak positif yang ditimbulkan, juga banyak juga dampak negatif yang bisa didapatkan. Seperti halnya pisau yang mempunyai dua sisi yang tajam. Ketika menggunakannya dengan tidak hati-hati akan bisa melukai tangan sendiri. Kehati-hatian menjadi syarat utama seseorang dalam menggunakan teknologi ini. Salah satunya adalah mengenai akidah Islam yang menyebar begitu masif. Jika kita amati secara lebih detail, banyak para ustad yang tersaji dalam media sosial atau juga berbagai macam tulisan yang berkaitan dengan Islam mempunyai akidah yang berbeda-beda. Hal ini bisa menjadi bumerang bagi umat muslim sendiri yang tidak begitu memahami bagaimana seharusnya akidah yang kita miliki. Terbukti dengan banyaknya konten di dalam media sosial yang mengatasnamakan Islam, namun menghujat kelompok atau orang tertentu dengan kata-kata yang tidak pantas. Bahkan, ada banyak juga yang berpaham sangat ekstrem hingga menganggap bahwa negeri ini adalah toghut, yang berarti bahwa negeri ini adalah negeri kafir, dan mewajibkan umat Islam untuk berjihad dan memerangi semua hal yang ada di dalamnya. Bagaimana dengan akidah seperti itu? Hal ini bukanlah sebuah anomali. Kondisi semacam ini sudah banyak terjadi di negara-negara Islam di dunia. Begitu juga sedikit-demi sedikit muncul di Indonesia. Terlepas dari segala macam agenda yang mereka miliki, pemahaman islam yang ekstrem harus kita hindari. Seharusnya umat Islam adalah umat yang rahmatal lilalamin.... by Editorial | Dec 26, 2018 | Guru Les Private
Bijak Memahami Akulturasi Budaya Dengan Islam Les Privat Bahasa Arab Di Cilangkap , indolesprivate.com. Indonesia merupakan sebuah negara dengan mayoritas pemeluk Islam terbesar di dunia. Hal ini memberikan konsekuensi yang sangat besar terhadap perhatian dunia terhadap Indonesia. Dimana negara yang bukan bagian dari Timur Tengah yang bisa dikatakan sebagai lahirnya Islam, namun ternyata malah mempunyai penduduk islam terbesar. Bisa dikatakan ini sebuah keistimewaan yang dimiliki oleh Indonesia. Apalagi, ternyata islam sudah merasuk sangat dalam di dalam kehidupan sehari-hari, bahkan masuk ke dalam adat istiadat dari berbagai macam suku bangsa di negeri ini. Meski tidak banyak penelitian yang mengakaitkan adat istiadat dengan ajaran islam, namun banyak sekali bentuk ritual yang sangat erat kaitannya dengan ajaran Islam. Berbagai macam doa, bahkan berbagai macam mantra diyakini oleh para pemerhati budaya merupakan bentuk dari akulturasi islam dengan budaya bangsa di Indonesia. Bagi para pemeluk islam di nusantara ini hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Karena memang ajaran Islam bisa masuk dan menjadi penguat dari keyakinan masyarakat di Indonesia. Hanya saja, beberapa kelompok tertentu yang mempunyai ideologi islam ekstrem, banyak yang berpendapat bahwa hal itu merupakan sebuah kekufuran. Bagaimana seharusnya kita menyikapinya? Pertanyaan itu muncul tidak hanya pada masa-masa sekarang ini saja. Mulai dari dulu sudah ada kelompok-kelompok Islam sendiri yang menolak keras berbagai macam bentuk pencampuran antara adat istiadat dengan ajaran Islam. Kelompok-kelompok tersebut rata-rata adalah orang dengan paham yang ekstrim. Mereka lebih melihat sesuatu secara tekstual saja. Tidak melihat secara lebih komperehensif. Dimana bentuk pencampuran adat dan istiadat tersebut tidak lepas dari sejarah, dan juga kebiasaan dari orang-orang nusantara yang memang sudah sangat erat sekali dengan budayanya. Seperti adanya tahlilan yang dilakukan selama tujuh... by Editorial | Dec 26, 2018 | Guru Les Private
Les Privat Bahasa Arab Di Cipayung, indolesprivate.com. Menjadi seorang muslim memang diwajibkan untuk terus belajar hingga kapanpun. Bahkan kewajiban menuntut ilmu dikatakan meski hingga tempat yang sangat jauhpun harus ditempuh. Itulah kenapa setiap muslim harus mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ajaran Islam sendiri maupun semua bentuk ilmu yang sesuai dengan minatnya. Begitulah hadits dari rosulullah, dimana hadits ini harus dimaknai sebagai motivasi kepada seluruh umat islam untuk selalu belajar setiap saat. Bisa dikatakan sebuah ironi ketika seorang muslim yang selalu menggunakan Bahasa Arab setiap hari dalam setiap bentuk peribadatan dan juga kegiatan sehari-hari, namun tidak memahami Bahasa Arab. Apalagi kitab suci sebagai pedoman prilaku di dunia ini juga dari Bahasa Arab. Hal itu sangat banyak ditemukan di berbagai tempat, bahkan di Arab sendiri yang notabene berbahasa Arab. Ketika seseorang mampu menguasai Bahasa Arab dan memahaminya, pastinya akan beribadah lebih khusyu’dan juga memahami ajaran Islam dengan lebih baik. Namun orang yang bisa mengartikan Bahasa Arab juga tidak bisa sewenang-wenang mengartikan Al Qur’an. Di dalam Al Qur’an ada dua jenis ayat, pertama adalah ayat muhkamat, dan yang kedua adalah ayat mutasyabbihat. Ayat muhkamat adalah ayat yang sudah sangat jelas maknanya. Sedangkan ayat mutasyabbihat adalah ayat yang harus ditafsirkan dengan ayat lain, hadits nabi, atau secara bahasa dipahami secara konstekstual sesuai dengan asbabun nuzulnya dan sebagainya. Ketika ayat-ayat mutasyabbihat tidak ditafsiri maka akan bisa berdampak sangat berbahaya bagi pemahaman dan pemikirna manusia. Seperti salah satunya adalah adanya pemahaman yang mengatakan bahwa Allah berada di atas arsy. Pemahaman ini muncul dari ayat yang mengatakan bahwa Allah istawa di atas arsy. Arti kata istawa tidak boleh dimaknai secara tekstual yang dalam Bahasa Indonesia banyak... by Editorial | Dec 19, 2018 | Guru Les Private
Memahami Bahasa Arab Dan Islam Dari Sudut Pandang Ahlus Sunnah Waljamaah Les Privat Bahasa Arab Di Ciracas , indolesprivate.com Tidak sedikit masyarakat Islam di Indonesia yang menguasai menghafal doa-doa dengan Bahasa Arab, membaca tulisan-tulisan Arab. Karena memang mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pemeluk Islam, dan menjadi pemeluk Islam terbesar di dunia. Hal itu tentunya sangat tidak mengherankan, karena memang Bahasa Arab menjadi bahasa peribadatan, dan juga bahasa kitab suci yang menjadi pedoman kehidupan umat islam dan seluruh manusia di dunia ini. Hanya saja banyak dari orang-orang yang menghafal doa dan juga mampu membaca Al Qur’an tersebut tidak mengetahui arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Hal itu tentu saja bisa mengurangi kekhusyu’an dalam beribadah. Padahal ketika seseorang mampu menguasai Bahasa Arab dan juga mampu menafsiri dengan baik akan membuat seseorang lebih khusyu’ dalam beribadah. Karena di dalam doa dan lafal Al Qur’an tersebut terkandung makna yang sangat dalam yang memberikan petunjuk kehidupan di dunia ini. Namun banyak juga orang yang mampu membaca dan mengartikan Bahasa Arab. Orang-orang tersebut juga ada dua jenis. Dimana yang pertama adalah orang-orang yang mampu memahaminya secara tekstual saja. Yang kedua adalah orang-orang yang mampu memahami Bahasa Arab secara tekstual dan juga konstekstual. Dua jenis orang tersebut juga memiliki berbagai macam pandangan yang berbeda-beda. Karena di dalam Al Qur’an sendiri ada dua jenis ayat. Pertama adalah ayat muhkamat, dimana ayat ini sudah sangat jelas arti dan maknanya. Yang kedua adalah ayat mutasyabbihat, dimana dalam memaknai ayat ini harus ditafsirkan dengan ayat lain, hadits, atau juga dengan riwayat para alim ulama’. Ketika jenis orang pertama yang memahami alqur’an secara tekstual saja membaca ayat yang mutasyabbihat akan sangat berbahaya....
Recent Comments